seputar QFD

Posted On April 26, 2008

Disimpan dalam iLmu

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Penilaian kinerja kualitas produk dilaksanakan dengan alat analisis
Quality Function Deployment (QFD) yaitu suatu alat yang menggambarkan
mekanisme terstruktur untuk menentukan kebutuhan pelanggan dan
menterjemahkan kebutuhan-kebutuhan tersebut ke dalam kebutuhan teknis
yang relevan. QFD mencakup monitor dan pengendalian yang tepat dari
proses operasional menuju sasaran. Matriks House Of Quality adalah bentuk
yang paling dikenal dari QFD (Gaspersz, 2001).

Tahapan penggunaan QFD menurut Marimin (2004), sebagai berikut:
1. Mendengarkan suara konsumen dengan menentukan harapan pelanggan.
Caranya :
a. Penentuan konsumen ahli yang akan dilibatkan dalam identifikasi dan
rating harapan pelanggan.
b. Wawancara dengan konsumen ahli, hasil wawancara berupa atribut
kualitas, kemudian dilakukan pembobotan dengan menggunakan
perbandingan berpasangan. Hasilnya berupa bobot yang kemudian
dikonversikan dalam rangking.
2. Membuat matriks proses yang ada dalam perusahaan.
3. Menentukan hubungan keterkaitan antara atribut dengan karakteristik
proses dengan nilai yang telah ditetapkan.
4. Menentukan kepuasan konsumen dan juga perbandingan kinerja
perusahaan. Untuk kepuasan konsumen dengan perhitungan:
Perhitungan total nilai:
(N1 x 1) + (N2 x 2) + (N3 x 3) + (N4 x 4) + (N5 x 5)
N1 = Jumlah Responden dengan jawaban “ sangat tidak memuaskan”
N2 = Jumlah Responden dengan jawaban “ tidak memuaskan”
N3 = Jumlah Responden dengan jawaban “ cukup”
N4 = Jumlah Responden dengan jawaban “ memuaskan”
N5 = Jumlah Responden dengan jawaban “ sangat memuaskan”
Total nilai yang diperoleh kemudian dibagi dengan jumlah interval kelas
untuk memperoleh nilai indeks. Langkah untuk perumusan customer
rating adalah :
1. Mencari nilai indeks maksimum (NA maks) dan indeks minimum
(NA min) kemudian menghitung range (NA maks–NA min)
2. Membuat interval kelas.
Menentukan tingkat kepuasan dari setiap nilai yang diperoleh dari
setiap atribut customer requirement berdasarkan nilai indeks masingmasing.
5. Menetukan trade roof atau keterkaitan antara karakteristik proses satu
dengan lainnya dengan nilai hubungan yang ditetapkan
6. Menetukan tingkat kepentingan dan nilai relatif.
Nilai tingkat kepentingan karakteristik proses ke-y :
= Bobot konversi tiap atribut x Nilai keterkaitan karakteristik proses ke-y.
Nilai relatif Karakteristik proses ke-y :
= Tingkat kepentingan proses / jumlah total nilai kepentingan.
Keuntungan utama dari metode matriks QFD menurut Gaspersz
(2001) adalah sebagai berikut:
1. Memperjelas area dimana tim pengembangan produk perlu untuk
memenuhi informasi dalam mendefenisikan produk atau jasa yang akan
memenuhi kebutuhan konsumen.
2. Mempunyai bentuk yang jelas dan teratur serta kemampuan untuk
penelusuran kembali pada kebutuhan konsumen dari seluruh data atau
informasi yang tim produk butuhkan untuk membuat keputusan yang
tepat dalam hal defenisi, desain, produksi dan penyediaan produk.
3. Menyediakan forum untuk analisa masalah yang timbul dari data yang
tersedia mengenai kepuasan konsumen dan kemampuan kompetisi
produk atau jasa.
4. Menyimpan perencanaan untuk produk sebagai hasil keputusan bersama.
5. Dapat digunakan untuk mengkomunikasikan rencana terhadap produk
untuk mendukung manajemen dari pihak lainnya yang bertanggung
jawab terhadap implementasi dari rencana tersebut.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.